Rabu, 16 Januari 2008

SRI bisa menunjukkan kinerjanya


Bagaimana SRI bisa menunjukkan kinerjanya membantu produktivitas tanaman padi kita?


Prof. Norman, dan semangatnya


Subject: Re: [linkers] IPB LUNCURKAN FORUM INA-SRI -- Ruarr Biasa!!!
Pesan Pak Aman untuk Prof. Dr Norman Uphoff sudah disampaikan. Beliau itu benar-benar hebat ingatannya. Kapasitasnya bukan Kb seperti saya tetapi Gb. Beliau kirim salam kembali untuk Pa Imam.
Ingat nama teman-teman lamanya seperti Bang HS Dillon, Prof. Dr Affendi Anwar yang juga hadir. Senior lain yang hadir adalahBapak Prof. Dr A. M. Satari, Bpk Prof. Dr Sitanala Arsyad, Bpk Prof. Dr Pallawaruka, Ibu Prof. Dr Sri Setiyati Haryadi.
Pak Deputy bikin kejutan, tidak menjawab undangan, sms, tiba-tiba beliau juga muncul. beliau juga teman lama Prof. Uphoff.
Linkers juga banyak yang hadir, antara lain Komandan Linkers Prov. IS, Miss FLA lengkap dengan suami, Adik Bonita, KDP.
Saat aku sebut SRI Bahenol, linkers pada cekikikan. Jadinya SRI Bahenol makin populer. Semula diperkirakan akan hadir 200 orang ternyata tambahan kursi sebanyak itu lagi juga masih belum cukup.
Teman-teman dari Fateta juga banyak bawa kawan dari Irigasi Bandung. Juga hadir beberapa direktur asal Deptan. Yang paling jauh adalah wakil Bupati Serdang Bedagai Bpk H. Soekirman.
Diskusi sangat hangat, sehinggawaktu terasa sangat singkat. Sampai penutupan rasanya 90% masih di dalam ruangan.
Tolong dikoreksi bila exagerated! maklum bisa bias. Tinggal mengisi Ina-SRI yang sudah diluncurkan.
Mohon sarannya.
Wassalam,
IAC

Pertanyaan kritis seputar ketahanan pangan

hgunarto2000 <> wrote:>
Ki, Aku kan pernah ngobrol (ngwawancarai) awakmu dan dua kali dimuat di koranku. Sayang korannya tidak sampai ke bogor. Maklum, koran finansial yang 80%-nya beredar di jakarta.

Di edisi sabtu (19 januari) harapannya menerbitkan lipsus tentang ketahanan pangan, kemandirian pangan, kebijakan pangan dan seputar isu tersebut.

Hal tersebut beranjak dari kasus kedelai (yg juga terjadi pada beras, gula, gandum. jagung).

  • Apa penilaianmu tentang kebijakan pangan yang ditempuh pemerintah (deptan).
  • Apa plus-minusnya?
  • Kenapa produktivitas tidak kunjung naik sehingga konsumsi dan produksi makin timpang dan impor cenderung meningkat? Mungkinkah karena kurang insentif, apa karena kebijakan harga tidak mendukung, apa karena kebijakan sarana produksi (pupuk dsb) tidak pro petani, apa karena konversi lahan pertanian kain menjadi2, pembangunan jaringan irigasi stagnan, kebijakan perbenihan lemah, dst?

Apa solusi untuk itu, yang intinya agar kebijakan pangan tetap merangsang petani tapi tidak merugikan konsumen (petani menikmati>harga pantas, di mata konsumen tidak kemahalan). Apa perlu konsep baru, paradigma baru

Bagaimana pengalaman di negeri sakura itu.

Target: bacaan wajib SBY, dan para eksekutif/pengusaha /kadin

Prof. Norman Uphoff

Prof. Uphoff yang dianggap brilyan dengan daya ingatnya yang luar biasa, mulai berapi-api menyampaikan SRI

Di sela Seminar SRI IPB


Di Sela seminar SRI IPB, 16 Jan 08

Di sela seminar SRI, pak Dillon dekat Pak Norman



Pak HS Dillon duduk dekat pak Norman di seminar sehari SRI.

Petani Wado ingin bergabung dengan SRI

Hendra Natakarmana menulis:

Dear Mas Imam,
Kemarin saya tidak bisa datang jadi belum bisa tatap muka dengan Mas Imam.
Saya mau daftar di Forum INA-SRI , kebetulan Petani yang bergabung dengan kami di Kec Wado,Kec Jatinunggal, Kec Jatigede, Kec Cisitu , Kec Darmaraja Kab Sumedang kurang lebih 2.000 Petani

Kapan mulai ada Formulirnya.
Thanks,